|

Bruno Guimaraes Menangis, Newcastle Mulai Era Jaissle

Matthias Jaissle melatih pemain Newcastle United dalam sesi pramusim di Spanyol

Matthias Jaissle melatih pemain Newcastle United dalam sesi pramusim di Spanyol

Bruno Guimaraes memberikan pidato perpisahan yang emosional di Spanyol. Ia menangis di hadapan rekan-rekan setimnya. Pemain asal Brasil itu meninggalkan Newcastle menuju Arsenal dengan nilai transfer 75 juta pound.

Guimaraes berbicara tentang empat setengah tahun di Newcastle. Ia menyebut suka dan duka selama membela klub. Ia juga menekankan bahwa tim akan tetap berkembang tanpanya.

ALSO READ

Manchester United incar Alejandro Balde dari Barcelona sebagai bek kiri baru. Klub sudah resmi datangkan Carlos Baleba dari Brighton dengan nilai transfer 65 juta poundsterling.

Read More

Manonyane menghadapi Bantu dalam lanjutan Lesotho Premier League. Kedua tim memburu kemenangan setelah hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya.

Read More

Ia melakukan panggilan video ke staf dan mantan pelatih Eddie Howe. Ia mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada mereka. Tidak ada kepahitan dalam kepergiannya.

Para pemain sudah menerima keputusan Guimaraes. Dinamika ruang ganti mulai berubah. Pemain lain mulai mengisi kekosongan kepemimpinan.

Matthias Jaissle Mulai Latihan Intensif

Matthias Jaissle melatih pemain Newcastle United dalam sesi pramusim di Spanyol

Matthias Jaissle menjadi pelatih baru Newcastle. Ia berusia 38 tahun dan belum pernah melatih di liga top Eropa. Ia menggantikan Eddie Howe yang hengkang.

Jaissle memiliki postur fisik yang mengesankan. Tingginya 190 cm dengan tubuh kekar. Ia memberikan energi besar di setiap sesi latihan.

Data performa klub mencatat hari Selasa dan Rabu sebagai latihan terintensif. Jaissle terlibat penuh dalam setiap latihan. Staf bahkan bercanda ingin memasang GPS di tubuhnya.

"Kami kehilangan beberapa pemain penting. Namun saya melihat ini sebagai tantangan positif. Kami tidak mencari alasan," ujar Matthias Jaissle, pelatih Newcastle.

Target Transisi dan Rekrutmen

Jaissle menyebut musim ini sebagai musim transisi. Ia membutuhkan waktu dan pengertian dari suporter. Ia telah berbicara tentang hal itu lima kali dalam wawancara.

Ia mengakui kurangnya pengalaman di liga top Eropa. Ia pernah melatih di Austria dan Arab Saudi. Ia mengatakan ini adalah langkah pertama yang harus diambil.

Newcastle akan mendatangkan dua atau tiga pemain baru. Direktur olahraga sudah mengetahui kebutuhan tim. Jaissle memiliki ide jelas tentang rekrutmen.

James Bunce, direktur performa, menjelaskan target fisik tim. Mereka mempersiapkan pemain menghadapi Liverpool di laga pertama. Gaya bermain Jaissle adalah agresif, vertikal, dan intens.

Submit Comment